Rapid Entire Body Assesment
Rapid Entire Body Assesment (REBA)
Rapid Entire Body Assesment (REBA) adalah sebuah metode yang dikembangkan dalam bidang ergonomi dan dapat digunakan secara cepat untuk menilai posisi kerja pada postur leher, punggung, lengan, pergelangan tangan, dan kaki. Selain itu metode ini juga dipengaruhi faktor coupling, beban external yang dialami oleh tubuh serta aktivitas pekerja. Salah satu hal yang membedakan metode REBA dengan metode analisa lainnya adalah bahwa metode ini menganalisi seluruh bagian tubuh pekerja melalui fokus terhadap keseluruhan postur tubuh yang diharapkan bisa mengurangi potensi terjadinya musculoskletal disorders pada tubuh pekerja. Pekerjaan dengan beban yang berat mengakibatkan pengerahan tenaga yang berlebihan merupakan resiko terjadinya keluhan musculoskletal dan kelelahan dini. Postur kerja yang salah sering diakibatkan oleh letak fasilitas yang kurang sesuai dengan anthropometri sehingga mempengaruhi kinerja yang tidak alami menyebabkan ketidaknyamanan.
Penilaian postur kerja dengan metode ini dengan cara pemberian skor resiko antara satu sampai lima belas, yang mana skor tertinggi menandakan level yang mengakibatkan resiko yang besar (bahaya) untuk dilakukan dalam bekerja. Hal ini berarti bahwa skor terendah akan menjamin pekerjaan yang diteliti bebas dari ergonomic hazard. REBA dikembangkan untuk mendeteksi postur kerja yang beresiko dan melakukan perbaikan sesegera mungkin. REBA dikembangkan tanpa membutuhkan piranti khusus. Ini memudahkan peneliti untuk dapat dilatih dalam melakukanpemeriksaan dan pengukuran tanpa. biaya peralatan tambahan. Pemeriksaan REBA dapat dilakukan di tempat yang terbatas tanpa menggangu pekerja.
Pengembangan REBA terjadi dalam Empat tahap :
- Mengambil data postur kerja dengan menggunakan bantuan vidio atau foto
- Menentukan sudut-sudut dari bagian tubuh pekerja
- Menentukan berat badan yang diangkat, penentuan copling
dan penentuan aktifitas kerja.
- Perhitungan nilai REBA untuk postur yang bersangkutan
Dengan didapatkanya nilai REBA tersebut dapat diketahui level resiko dan kebutuhan akan tidakan yang perlu dilakukan untuk perbaikan kerja. Penilaian postur dan pergerakan kerja menggunakan model REBA melalui tahapan-tahapan sebagai berikut (Hignett dan Mc Atamney. 2000)
Pengambilan data pistur pekerja dengan menggunakan vidio tau foto. Untuk mendapatkan gambar sikap (Postur) pekerja dari leher, punggung, lengan, pergelangan tangan hingga kaki secara terperinci dilakukan dengan merkam atau memotret postur tubuh pekerja. Hal ini dilakukan supaya peneliti mendapatkan mendapatkan postur tubuh secara detail (Valid) sehingga dari hasil rekaman dan hasil foto bisa didapatkan data akurat untuk tahap perhitungan serta analisis selanjutnya.
Metode REBA (Rapid Entire Body Assessment)
Metode REBA merupakan suatu alat analisi postural yang sangat sensitif terhadap pekerjaan yang melibatkan perubahan mendadak dalam posisi, biasanya sebagai akibat dari penanganan kontainer yang tidak stabil atau tidak terduga. Penerapan metode ini ditujukan untuk mencegah terjadinya resiko cedera yang berkaitan dengan posisi, terutama pada otot- otot skeletal. Oleh karena itu, metode ini dapat berguna untuk melakukan pencegahan resiko dan dapat digunakan sebagai peringatan bahwa terjadi kondisi kerja yang tidak tepat ditempat kerja.
1) Metode REBA merupakan metode yang sangat sensitif untuk mengevaluasi resiko, khususnya pada sistem muskuloskeletal.
2) MetodeREBAmembagimenjadisegmen-segmentubuhyang akan diberi kode secara individu, dan mengevaluasi baik anggota badan bagian atas maupun badan, leher, dan kaki.
3) Metode ini digunakan untuk menganilisi pengaruh pada beban postural selama penanganan kontainer yang dilakukan dengan tangan atau bagian tubuh lainnya.
4) Metode ini dianggap relevan untuk jenis kontainer yang mempunyai pegangan.
5) Memungkinkan untuk melakukan penilaian terhadap aktivitas otot yang disebabkan oleh posisi tubuh statis, dinamis, atau karena terjadinya perubahan postur yang tak terduga atau tiba-tiba.
6) Hasilnya adalah untuk menentukan tingkat resiko cedera dengan menetapkan tingkat tindakan korektif yang diperlukan dan melakukan intervensi untuk perbaikan segera.
Sumber :
https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0003687099000393
Komentar
Posting Komentar